21/01/14

Pengkabelan Pada Jaringan Komputer

Nah untuk anda yang sedang bergelut di bidang IT, khususnya bidang Teknik Komputer & Jaringan pastinya anda tahu tentang Pengkabelan. Nah untuk itu kali ini saya akan meng-post tentang Pengkabelan. Disimak ya.

Yang anda butuhkan adalah :

Tank Crimping

Tank Crimping adalah alat untuk memotong kabel UTP dan untuk menjepit ujung konektor,dan ini sangat penting sekali bagi kita yang ingin belajar cara mengcrimping kabel,alat ini bentuknya hampir sama dengan Tank biasa yang sering kita lihat atau temui.

Kabel UTP


Kabel UTP kita gunakan untuk saling menghubungkan jaringan internet dan di dalam kabel UTP ini terdapat 8 helai kabel kecil yang berwarna-warni. 

Konektor RJ-45


Konektor adalah alat yang kita pasang pada ujung kabel UTP tujuanya agar kabel dapat kita pasang pada port LAN. Konektor RJ-45 harus dipasangkan pada ujung kabel UTP apabila tidak maka Kabel UTP tidak akan berguna.

LAN Tester


LAN Tester adalah alat untuk menguji hasil crimpingan kabel kita, kalau krimpingan kita salah maka lampu di Cable Tester ini tidak akan menyala dan kalau hasil crimpingan kita sudah benar maka lampu di Cable Tester akan menyala dengan otomatis,jadi alat ini sangat berguna bagi kita untuk mengetahui hasil crimpingan kita.

Perbedaan kabel Straight dan Cross

Kabel Straight merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu dengan ujung yang lainnya. Urutan standar kabel straight adalah seperti dibawah ini yaitu sesuai dengan standar TIA/EIA 368B (yang paling banyak dipakai) atau kadang-kadang juga dipakai  sesuai  standar TIA/EIA 368A sebagai berikut:

Contoh penggunaan kabel straight adalah sebagai berikut :

• Menghubungkan antara Komputer dengan Switch
• Menghubungkan Komputer dengan LAN pada Modem Cable/DSL
• Menghubungkan Router dengan LAN pada Modem Cable/DSL
• Menghubungkan Switch ke Router
• Menghubungkan Hub ke Router

Kabel Crossover merupakan kabel yang memiliki susunan berbeda antara ujung satu dengan ujung lainnya. Kabel cross digunakan untuk menghubungkan 2 device yang sama. Gambar dibawah adalah susunan standar kabel cross.

Contoh penggunaan kabel crossover adalah sebagai berikut :

• Menghubungkan 2 buah Komputer secara langsung
• Menghubungkan 2 buah Switch
• Menghubungkan 2 buah Hub
• Menghubungkan Switch dengan Hub
• Menghubungkan Komputer dengan Router

Dari 8 buah kabel yang ada pada kabel UTP ini (baik pada kabel straight maupun cross over) hanya 4 buah saja yang digunakan untuk mengirim dan menerima data, yaitu kabel pada pin no 1,2,3 dan 6.

Membuat Kabel Straight UTP

1. Kupas bagian ujung kabel UTP, kira-kira 2 cm.

2. Buka pilinan kabel, luruskan dan urutankan kabel sesuai standar gambar.

3. Setelah urutannya sesuai standar, potong dan ratakan ujung kabel,

4. Masukan kabel yang sudah lurus dan sejajar tersebut ke dalam konektor RJ-45, dan pastikan semua kabel posisinya sudah benar dengan posisi sebagai berikut:
Orange Putih pada Pin 1.
Orange pada Pin 2.
Hijau Putih pada  Pin 3.
Biru pada  Pin 4.
Biru Putih pada  Pin 5.
Hijau pada  Pin 6.
Coklat Putih pada  Pin 7.
Coklat pada  Pin 8.

5. Lakukan crimping menggunakan crimping tools, tekan crimping tool dan pastikan semua pin (kuningan) pada konektor RJ-45 sudah “menggigit” tiap-tiap kabel. biasanya akan terdengar suara "krik".

Setelah selesai pada ujung yang satu, lakukan lagi pada ujung yang lain

Langkah terakhir adalah mengecek kabel yang sudah kita buat tadi dengan menggunakan LAN tester, caranya masukan masing-masing ujung kabel (konektor RJ-45) ke masing2 port yang tersedia pada LAN tester, nyalakan dan pastikan semua lampu LED menyala sesuai dengan urutan kabel yang kita buat.



Membuat Kabel Cross UTP

Membuat kabel cross memiliki langkah yang hampir sama dengan kabel straight, perbedaan hanya terletak pada urutan warna dari kedua ujung kabel. Berbeda dengan kabel straight yang memiliki urutan warna sama di kedua ujung kabel, kabel cross memiliki urutan warna yang berbeda pada kedua ujung kabel.


Ujung Pertama sama dengan kabel straight :

• Orange Putih pada  Pin 1.
• Orange pada  Pin 2.
• Hijau Putih pada  Pin 3.
• Biru pada  Pin 4.
• Biru Putih pada  Pin 5.
• Hijau pada  Pin 6.
• Coklat Putih pada  Pin 7.
• Coklat pada  Pin 8.


Untuk ujung kabel yang Kedua, susunan warnanya berbeda dengan ujung pertama. Adapun susunan warnanya adalah sebagi berikut:

• Hijau Putih pada  Pin 1.
• Hijau pada  Pin 2.
• Orange Putih pada  Pin 3.
• Biru pada  Pin 4.
• Biru Putih pada  Pin 5.
• Orange pada  Pin 6.
• Coklat Putih pada  Pin 7.
• Coklat pada  Pin 8.

Dibawah ini adalah contoh ujung kabel UTP yang telah terpasang konektor RJ-45 dengan benar, selubung kabel (warna biru) ikut masuk kedalam konektor.


sumber: http://amazing-tkj.blogspot.com/2013/07/pengkabelan-pada-jaringan-komputer.html

Sejarah WiFi adalah?

Sejarah Wi-Fi berasal dari istilah puluhan tahun Hi-Fi yang terdiri dari  jenis output yang dihasilkan oleh kualitas Sound System. Teknologi WiFi – Wireless Fidelity berspesifikasi standar  IEEE 802.11 termasuk 802.11a, 802.11b dan 802.11g. WiFi adalah hanya istilah produk teknologi yang di promosikan oleh WiFi Alliance.
Sejarah Wifi itu sendiri bermula pada tahun 1985 atas kerja keras insinyur Amerika dengan penggunan Teknologi penyebaran spektrum radio  yang digunakan dalam Wi-Fi. Wirless LAN  atau Wifi dibuat dan tersedia untuk umum di Amerika Serikat dalam tahun 1985, tanpa lisensi dari Komisi Komunikasi Federal (FCC). Namun, usulan awal untuk menggunakan Wireless LAN dengan teknologi radio untuk publik ini dikemukakan oleh Michael Marcus di tahun 1980, meskipun harus menunggu selama 5 tahun barulah dibuat dan tersedia di negara-negara lain.
Teknologi Wireless LAN – Wi-Fi adalah dibuat dan dikembangkan para engineer AS yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Piranti Wi-Fi sebenarnya bukan hanya bisa  bekerja pada jaringan Wireless LAN, namun  juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN).
Sejarah Wifi mencatat, Organisasi Riset Ilmiah dan Industri negara-negara Persemakmuran atau  Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO) sebuah badan penelitian di Australia mengajukan hak paten dari teknologi jaringan 802.11, yang digunakan  WiFi pada tahun 1996.
Sejarah WiFi – Wireless LAN memiliki perjalan panjang, meskipun teknologinya  telah merambah kota-kota kecil dan beberapa daerah di negara-negara maju, penggunaannya di negara-negara berkembang masih di bawah standar.  Banyak kota dan lembaga pendidikan mempromosikan pembentukan infrastruktur WiFi dalam premis mereka karena keberadaan wifi adalah prospektif.


Pengertiaan Wireless LAN – WiFi Adalah?

wifi adalah wireless lan cara kerja wifi sejarah wifi
wifi adalah wireless lan disertifikasi oleh WiFi Alliance
wifi adalah singkatan dari  wireless fidelity, Teknologi WiFi  adalah digunakan untuk menyediakan akses internet nirkabel di zona terbatas yang dikenal dengan istilah hotspot. WiFi adalah  sebagai pengganti istilah Wireless LAN, walau demikian setiap Wireless LAN tunggal (Local Area Network) tidak diharus disertifikasi oleh WiFi Alliance. WiFi adalah istilah lain dari Wireless LAN yang disertifikasi oleh WiFi  platform standar jaringan IEEE 802,11
Pengertian  WiFi  adalah teknologi komunikasi yang menggunakan tehnologi  radio  pada perangkat Wireless LAN adalah dengan urutan penyebaran spektrum secara langsung (Direct-sequence spread spectrum radio technology)’  dan Tehnologi radio divisi frekwensi orthogonal Multiplexing (Orthogonal Frequency Division Multiplexing radio technology) WiFi adalah sebuah merek dagang dari produk Wireless LAN yang digunakan oleh sebuah konsorsium atau kelompok dagang yang dikenal sebagai Aliansi Wi-fi.  Inti dari teknologi Wi Fi adalah perangkat Wireless LAN yang bertindak sebagai  jembatan antara perangkat nirkabel yang beroperasi pada teknologi yang berbeda.


hotspot WiFi adalah?

Hotspot WiFi adalah tempat yang menyediakan akses internet nirkabel dalam mode Wireless LAN ke jaringan komputer. Sebuah router tunggal yang digunakan untuk menyediakan koneksi untuk berbagi jaringan ke internet.  meskipun, Brett Stewart mempopulerkan konsep hotspot, tapi  Sebaliknya ia mengusulkan penggunaan istilah Wireless LAN, dalam sebuah konferensi yang diadakan di Moscone Center,  San Francisco pada bulan Agustus 1993. Penggunaan Hotsspot telah menyebar di tempat-tempat bisnis, mall-mall, warung kopi, lembaga-lembaga pendidikan dan tempat-tempat umum lainnya.
Sebelum menggunakan layanan internet  hotspot, seseorang harus menghubungkan Wireless LAN ke komputer nya.  Wireless LAN yang dipasang pada slot kartu PC komputer atau penggunaan USB Wireless LAN. Umumnya Laptop telah mengintegrasikan Wireless LAN ini, selanjutnya cara kerja Wireless LAN  ini  biasanya secara otomatis mendeteksi jaringan internet nirkabel yang disediakan di hotspot.

Cara Kerja WiFi  adalah?

Teknologi jaringan WiFi adalah bekerja dengan menggunakan Gelombang radio dengan menggunakan Wireless LAN  dari komputer, router nirkabel memainkan peran penting pada sistem Cara kerja WiFi.  Adaptor ini menerima data dari komputer dalam bentuk digital.  Setelah Data di  konversi  kedalam bentuk gelombang radio maka dikirim ke router melalui antena.  Sinyal decode Router mengirimkannya ke Internet.  Proses ini dikembalikan ketika informasi yang dikirimkan dari internet ke komputer.
Perbedaan antara gelombang radio yang dikirim oleh Wireless LAN WiFi dan yang  dikirim oleh walkie-talkie dan ponsel adalah WiFi menggunakan gelombang frekuensi tinggi dari 2,4 GHz atau 5 GHz.  Teknologi WiFi adalah beroperasi pada platform standar jaringan IEEE 802,11.  Diimplementasikan oleh Komite Standar IEEE Wireless LAN,  MAN, standar jaringan 802,11 memiliki bentuk yang berbeda seperti 802.11a, 802.11b 802.11g dan 802.11n.
Wi-Fi adalah didesain berdasar pada spesifikasi IEEE 802.11. Saat ini terdapat empat varian dari 802.11, yaitu:
  • 802.11a
  • 802.11b
  • 802.11g
  • 802.11n
Spek b merupakan produksi pertama Wi-Fi. Varian g dan n WiFi adalah  salah satu produk yang memiliki penjualan tertinggi di tahun 2005.
Spesifikasi Wi-Fi
SpesifikasiKecepatanFrekuensi

Band
Cocok

dengan
802.11b11 Mb/s~2.4 GHzb
802.11a54 Mb/s~5 GHza
802.11g54 Mb/s~2.4 GHzb, g
802.11n100 Mb/s~2.4 GHzb, g, n

sumber: http://www.jaringankomputer.org/wifi-adalah-wireless-lan-carakerja-sejarah-wifi/

NOS adalah sistem operasi yang berisi fitur tambahan untuk meningkatkan fungsionalitas dan pengelolaan di lingkungan jaringan. Berikut ini adalah contoh dari sistem operasi jaringan:

Windows 2000 Server
  • Windows 2003 Server
  • UNIX
  • Linux
  • Novell NetWare
  • Mac OS X

NOS ini dirancang untuk menyediakan sumber daya jaringan untuk klien:
  • Server aplikasi, seperti database bersama
  • Sentralisasi penyimpanan data
  • Direktori layanan yang menyediakan repositori terpusat account pengguna dan sumber daya pada jaringan, seperti Active Directory
  • Jaringan Antrian cetak
  • Jaringan akses dan keamanan
  • Redundant sistem penyimpanan, seperti RAID dan backup
Jaringan sistem operasi menyediakan beberapa protokol yang dirancang untuk melakukan fungsi jaringan. Protokol-protokol ini dikendalikan oleh kode pada server jaringan. Seperti yang ditunjukkan pada Gambar1, protokol yang digunakan oleh sistem operasi jaringan menyediakan layanan seperti web browsing, transfer file, e-mail, resolusi nama, dan IP pengalamatan otomatis.

» Network protocols

IP (Internet Protocol)
RIP (Resolution Internet Protocol)
ARP (Address Resolusion Protocol)
RARP (Reverse ARP)

Sebagai sebuah sistem operasi, NOS punya beberapa karakteristik yang membedakannya dari client operating systems. Sudahlah jelas bahwa aplikasi yang akan dijalankannya memang didisain untuk keperluan komputerisasi di dalam sebuah jaringan. Dengan demikian, NOS memang melayani lebih dari satu pengguna setiap kalinya, dengan hirarki kewenangan (previlege) pengguna yang berbeda-beda. Terpenting lagi, NOS dirancang untuk tetap siaga dan selalu ‘menyala’ sepanjang waktu.

Sebuah NOS berfungsi sebagai semacam landasan atau platform bagi kegiatan berbagai perkakas penting sebuah jaringan komputer, misalnya:
·   Infrastuktur TCP/IP, yang mengandung berbagai fungsi NOS sebagai pengatur lalu-lintas (router), penolak bala (firewall), dan induk pengatur (dalam bentuk DHCP server, atau DNS server).
·  Fungsi-fungsi LAN (local area network) seperti pengecekan identitas alias autentifikasi, penggunaan sumberdaya komputer secara bersama dalam bentuk file sharing atau printer sharing.
·    Sebagai induk pengelola direktori alias directory server; di sini NOS mengatur otoritas komputer-komputer yang terkait dengan sebuah jaringan.
·  Sebagai ‘pelayan’ bagi berbagai aplikasi (application serving); di sini NOS menjadi landasan bagi berbagai aplikasi yang memerlukan jaringan, misalnya aplikasi sistem perpustakaan, aplikasi mesin pencari, dan sebagainya. Di dalam konteks jaringan global, maka NOS juga melayani fungsi Web serving (lihat juga Web service)
·    Pengelolaan pangkalan data relasional dalam jaringan, misalnya untuk melayani produk yang dibuat dengan MySQL atau Oracle. Di lingkungan perpustakaan digital, biasanya ada seseorang yang bertugas memadukan segala operasi di tingkat jaringan, biasa disebut seorang digital library integrator. Petugas inilah yang biasanya bekerja dalam lingkungan NOS, melakukan pengembangan, pemasangan (installing), pengaturan konfigurasi (configuring), penyelarasan aktivitas-aktivitas jaringan lewat komputer induk (tuning web servers), dan membangun serta merawat pangkalan data relasional. Seringkali sebuah perpustakaan dapat meminta akses ke NOS tanpa harus memiliki dan merawat server sendiri. Lembaga induk tempat perpustakaan itu berada biasanya mempunyai sebuah unit teknologi informasi, atau menyewa jasa host di luar untuk mengurusi server. Tetapi banyak juga perpustakaan yang menghendaki server sendiri sehingga memerlukan seorang petugas integrator.

    Dalam konteks penggunaan NOS ini, setidaknya para pengelola perpustakaan digital memahami bahwa ada dua program mendasar. Pertama adalah web server, yaitu program yang berjalan di NOS untuk mengelola situs-situs Web. Ketika seseorang ingin melihat sebuah situs, maka web server mengirim situs itu ke komputer pengguna melalui Internet. Paling populer adalah Apache Server dan Internet Information Server dari Microsoft. Selain fungsi mengirim situs yang diminta pengguna, web server juga melakukan:
1.      Pengelolaan situs Web.
2.      Pembelokan (redirection) dari satu URL ke URL lainnya.
3.      Pengiriman pesan-pesan tentang kesalahan (error message)
4.      Pengaturan dalam penempatan (uploading) berkas.
5.      Enkripsi untuk data yang ingin disembunyikan (sensitive data)
6.      Authentikasi
7.      Pengolahan bahasa scripting seperti PHP dan Cold Fusion Kedua adalah proxy server yang pada dasarnya adalah web server ketika bertindak sebagai perantara alias intermediary antara web browser dan keseluruhan dunia Internet yang amat luas. Kegunaan paling umum dari proxy servers di lingkungan perpustakaan digital ini misalnya adalah sebagai penyedia akses jarak jauh (remote access) ke alamat-alamat sumber informasi yang penggunaannya dibatasi, misalnya jurnal elektronik yang hanya tersedia untuk pelanggan. Web servers dan proxy servers juga biasanya menjadi sarana untuk memantau segala kegiatan yang dilakukan melalui portal atau situs sebuah perpustakaan digital. Keduanya dapat menyimpan dan mengolah berkas catatan pemakaian (log files) yang kemudian akan dipakai oleh pengelola untuk mengevaluasi perpustakaan digitalnya.

(sumber: http://kenedysaputra.blogspot.com/2012/07/pengertian-nos-network-operating-system.html)